Just another WordPress.com site

Aku Kalah (06122010)

Sungguh menyedihkan sekali rasanya menjadi orang yang kalah dalam persaingan.
Tak mengerti apa sebabnya aku menjadi seperti ini.
Aku merasa terhina dan terasing dengan semua ini.
Memang, cacian dan hinaan tidak terlihat jelas, akan tetapi aku merasakannya dari senyuman mereka.
Dulu aku pernah berfikir bagaimana rasanya menjadi seorang yang hina, dan sekarang aku merasakannya.
Ingin berontak rasanya, akan tetapi tidak bisa.
Aku hanya bisa meratapi kekalahanku saat ini dengan berat hati.
Aku diam membisu di sudut koridor bawah dengan ditemani hujan yang enggan berhenti.
Rasa perih ini terasa menjalar dari mulai ujung jari-jari kakiku.
Ini seakan menambah rasa perih yang aku alami saat ini.
Inginku menangis dan menjerit dengan ketiadaan seseorang disekitarku ini.
Tapi tak ada satupun orang yang dapat mendengar keluh kesah dalam hati ini.
Ku pasrahkan semuanya meskipun memang terasa sangat menyakitkan.
Dibawah sinar lampu berwarna kuning ini aku lampiaskan semua keluh kesahku.
Aku berteriak tanpa ada seorangpun yang mendengarkanku karena bersamaan dengan dikumandangankannya suara adzan.
Menyedihkan sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s